ALHIRATECHNOLOGIES.COM : Toko Online Elektronik, Pen Muslim, Audio Digital, Jam Muslim dan CD/DVD Islami


Customer Service

SMS / Hotline
Telp : 0225233134
Whatsapp : 082121445511
Whatsapp : 081333488881
Whatsapp : 081333499991
Line Id : alhiratechnologies
Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

rhalumunium.com
Jam Meja Digital Azan Sholat 06 & Mesin Pintu Muslim. Telah diterima dengan baik, senin sore transfer rabu pagi sudah sampai, good job. Terima kasih



By Alhira Technologies  Article Published 14 November 2015
 
 
Sunnah yang suci telah memberikan petunjuk bahwa seorang wanita boleh memberikan salam kepada pria jika ia yakin tidak akan menimbulkan fitnah.

Dari Ummu Hani binti Abu Thalib –radhiyallāhu ‘anhā– , ia berkata: “Saya pergi menemui Rasulullah Shallāllāhu ‘alaihi wa sallam pada tahun penaklukan Makkah. Saya menemui beliau ketika akan mandi, sedangkan Fatimah, putrinya menutupinya. Saya mengucapkan salam pada beliau. Beliau bertanya: “Siapa?” Saya menjawab: “Saya, Ummu Hani binti Abu Thalib.” Rasul menjawab: “Selamat datang Ummu Hani.” Ketika beliau selesai mandi, beliau berdiri dan menunaikan shalat sebanyak delapan rakaat dengan mengenakan satu pakaian. Ketika beliau telah usai menunaikan shalat, saya bertanya: “Ya Rasulullah! Saudaraku telah membunuh seorang pria yang saya serahkan perlindungannya pada Fulan bin Hurairah.” Rasulullah Shallāllāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kami telah memberikan perlindungan orang yang telah engkau serahkan perlindungannya, wahai Ummu Hani.” [1]

Terdapat sebuah hadis dhaif yang melarang wanita untuk memberi salam kepada pria. Akan kami sebutkan agar dijadikan peringatan.

Hadis ini adalah hadis Watsilah, diriwayatkan secara marfu’: “Kaum pria boleh memberikan salam kepada wanita. Kaum wanita tidak boleh memberikan salam kepada pria.”[2]

Al-Hafizh Ibnu Hajar di dalam Al-Fath (XI/36) berkata: “Sanad hadis ini lemah.”

Berangkat dari pemahaman di atas, maka seorang wanita juga boleh menjawab salam seorang pria. Allah –Subhānahu wa Ta’ālā– berfirman:

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (Q.S An Nisa’:86)

Dari Abu Hazm Syaqiq bin Salamah-, ia berkata: “Dulu, kami setiap hari Jumat selalu merasa senang. Saya bertanya kepada Sahl: “Mengapa?” Dia menjawab: “Kami memiliki kenalan seorang nenek tua yang sering memberi kami kurma Madinah. Dia mengambil kurma itu dari pokoknya. Kemudian kurma tersebut diletakkan di dalam panci dan dia menggiling biji-bijian dari gandum. Jika kami telah usai menunaikan shalat Jumat, kami berangkat ke rumahnya dan memberikan salam padanya. Nenek itu memberikan kami kurma dan biji-bijian yang telah digiling. Karena itulah, kami merasa senang. Tidaklah kami tidur sejenak dan makan siang kecuali setelah menunaikan shalat Jumat.”[3]

Dari ‘Aisyah –radhiyallāhu ‘anhā–, ia berkata: “Rasulullah Shallāllāhu ‘alaihi wa sallambersabda: ‘Wahai ‘Aisyah! Ini malaikat Jibril, dia mengucapkan salam padamu.”

‘Aisyah berkata: “Saya berkata: ‘Wa ‘alaihissalām wa rahmatullāh, Engkau melihat apa yang tidak dapat kami lihat.”[4]

Imam Al-Bukhari di dalam kitab Shahihnya mencantumkan kedua hadis di atas ini di dalam bab: “Hukum Lelaki Mengucapkan Salam kepada Wanita dan Wanita Mengucapkan kepada Lelaki.

Al-Hafizh di dalam Al-Fath (XI/36) berkata: “Yang dimaksudkan, boleh seorang wanita mengucapkan salam kepada pria, jika tidak terdapat fitnah.”

Sumber Artikel muslimah.or.id



Related Article