ALHIRATECHNOLOGIES.COM : Toko Online Elektronik, Pen Muslim, Audio Digital, Jam Muslim dan CD/DVD Islami


Customer Service
CS Alhira 1
CS Alhira 2
CS Alhira 3
Cs Alhira 4
CS Alhira 5

SMS / Hotline
081 3334 99991
022-5233134

Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

rhalumunium.com
Jam Meja Digital Azan Sholat 06 & Mesin Pintu Muslim. Telah diterima dengan baik, senin sore transfer rabu pagi sudah sampai, good job. Terima kasih



By   Article Published 03 December 2012
 

Nabi Sulaiman AS dan Semut Dalam Quran Surat Annaml

Salah seorang nabi yang dikaruniai banyak kepadaian dan keistimewaan oleh Allah Swt. adalah Nabi Sulaiman a.s. Nabi Sulaiman a.s. adalah putra Nabi Daud. Sejak kecil Sulaiman telah menunjukkan kepandaian dan keistimewaannya. Setiap ada sidang peradilan, Sulaiman selalu ikut mendampingi ayahnya membuat keputusan. Ia telah dipersiapkan oleh Nabi Daud untuk menggantikan kedudukannya sebagai raja Bani Israil. Sulaiman menggantikan Nabi Daud menduduki takhta Kerajaan Israil setelah ayahnya wafat. Ia juga diangkat oleh Allah Swt. sebagai nabi dan rasul-Nya, serta menjadi pewaris kitab Zabur dari Nabi Daud. Kisah Sulaiman terdapat dalam Al- Qur'an surah an-Naml ayat 15-44 dan surah Saba' ayat 12-14.

Sulaiman dikaruniai mukjizat dari Allah Swt. Selain memerintah manusia, ia juga menguasai makhluk lain, seperti jin, angin, burung, dan hewan lainnya. Sulaiman sanggup memahami bahasa hewan, dan hewan itu dapat mengerti pula perintahnya. Allah Swt. juga menundukkan angin untuk kepentingan Sulaiman, misalnya untuk melakukan perjalanan jauh (Q.34:12). Semuanya berada di bawah perintah dan kekuasaan Sulaiman.

“ dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)[1235] dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.” (QS.Saba: 12)

[1235] Maksudnya bila Sulaiman Mengadakan perjalanan dari pagi sampai tengah hari Maka jarak yang ditempuhnya sama dengan jarak perjalanan unta yang cepat dalam sebulan. begitu pula bila ia Mengadakan perjalanan dari tengah hari sampai sore, Maka kecepatannya sama dengan perjalanan sebulan.

Sesuai dengan sebagian ayat dan riwayat, Nabi Sulaiman as menjadi nabi setelah Nabi Daud as. Ia kemudian berkuasa tidak hanya kepada manusia, tapi juga kepada jin dan bahkan burung-burung. Nabi Sulaiman as mengetahui bahasa burung dan hewan-hewan lainnya. Kekuatan merasakan dan menggambarkan membuatnya mampu mengetahui keadaan hewan-hewan dan berbicara dengan bahasa mereka. Nabi Sulaiman as juga memanfaatkan kemampuannya untuk mengirim pasukan dan membangun Baitul Maqdis. Nama surat an-Naml diambil dari kata an-Naml yang berarti semut dan termaktub dalam ayat ke-18. Kita simak bersama bacaan ayat ini dengan membaca artinya:

“ Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kami tidak diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” ( QS.Annaml: 18)

Sebagai salah satu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada Sulaiman ialah kesanggupan beliau menangkap maksud yang terkandung dalam suara binatang-binatang dan sebaliknya binatang-binatang dapat pula mengerti apa yang ia perintahkan dan ucapkan. Demikianlah maka tatkala Nabi Sulaiman berpergian dalam rombongan kafilah yang besar terdiri dari manusia, jin dan binatang-binatang lain, menuju ke sebuah tempat bernama Asgalan ia melalui sebuah lembah yang disebut lembah semut.

Disitu ia mendengar seekor semut berkata kepada kawan-kawannya: “Hai semut-semut, masuklah kamu semuanya ke dalam sarangmu, agar supaya kamu selamat dan tidak menjadi binasa diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya tanpa ia sadar dan sengaja Nabi Sulaiman tersenyum tertawa mendengar suara semut yang ketakutan itu. Ia memberitahu hal itu kepada para pengikutnya seraya bersyukur kepada Allah atas kurnia-Nya yang menjadikan ia dapat mendengar serta menangkap maksud yang terkandung dalam suara semut itu. Ia merasa takjub bahawa binatang pun mengerti bahawa nabi-nabi Allah tidak akan mengganggu sesuatu makhluk dengan sengaja dan dalam keadaan sadar

Suatu saat Nabi Sulaiman memerintahkan untuk membangun sebuah bait suci yang besar. Perintah itu segera dilaksanakan. Sesudah selesai, bangunan itu diberi nama Baitulmakdis, juga disebut Bait al- Muqaddas (Rumah Suci) atau Darussalam (Yerusalem). Allah Swt. lalu memerintahkan hamba-Nya yang beriman untuk menunaikan ibadah ke tempat suci itu. Baitulmakdis pada masa Nabi Muhammad Saw. pernah menjadi kiblat hingga Allah Swt. memerintahkan umat Islam mengganti kiblat ke Ka'bah di Mekah.

Setelah menduduki takhta Kerajaan Israil selama 40 tahun, Nabi Daud wafat dan Sulaiman dinobatkan menjadi raja (Q.38:35). Sulaiman memerintah dengan adil dan bijaksana. Kekuasaannya sangat luas. Ia memerintah segala makhluk di alam ini. Selain menjadi raja, Sulaiman juga diangkat menjadi nabi dan rasul Allah Swt. Ia menerima dan menyampaikan wahyu serta ajaran agama kepada rakyatnya. Sulaiman meminta agar rakyatnya selalu beriman kepada Allah Swt.

Ketika sedang melakukan perjalanan bersama rombongannya, Nabi Sulaiman yang tengah berada di wilayah Yaman merasa kehausan. Ia kemudian memanggil seekor burung hudhud untuk mencarikan mata air. Setelah lama menunggu, datanglah burung hudhud itu membawa sebuah berita tentang adanya kerajaan lain. Di kerajaan tersebut ratu dan rakyatnya menyembah matahari. Kerajaan itu adalah Saba dengan ratunya bernama Bilqis.

Nabi Sulaiman a.s. mengirim surat kepada Ratu Bilqis. Isi surat tersebut adalah:

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri"  (Q.27:30-31).

Nabi Sulaiman mengirim surat kepada Ratu Bilqis, penguasa negeri Saba, agar ia mau mengikuti ajaran Sulaiman. Setelah membacanya, Ratu Bilqis mengutus beberapa pembesarnya untuk menyerahkan hadiah kepada Sulaiman. Namun hadiah tersebut ditolak oleh Sulaiman. Ia bahkan meminta Ratu Bilqis datang ke istananya. Di dalam istana Sulaiman, Ratu Bilqis takjub melihat kemegahan dan keindahan istana itu. Ratu Bilqis pun tunduk kepada Sulaiman dan mengikuti ajarannya.  Saat Nabi Sulaiman berkuasa, banyak orang di kalangan Bani Israil yang mengembangkan ilmu sihir. Ketika Sulaiman sedang melakukan perjalanan, ia menemukan beberapa manusia dan jin yang mempelajari sihir dan melupakan perintahnya untuk tidak melakukan sihir itu. Sulaiman lalu memerintahkan pembantunya untuk mengumpulkan semua catatan sihir, lalu menguburkannya di bawah istananya agar tidak bisa dicuri.

Allah merencanakan kematian nabi Sulaiman untuk mematahkan isu bahwa jin mengetahui hal-hal yang ghaib. Jin bekerja untuk nabi Sulaiman selama beliau hidup, tatkala beliau wafat tugasnya pun akan terbebas. Nabi Sulaiman meninggal tanpa diketahui oleh jin sehingga para jin tetap bekerja dan mengabdi untuk beliau. Seandainya saja jin ada yang mengetahui hal yang ghaib ini maka jin tidak akan lagi meneruskan pekerjaan mereka. Akhir kisah nabi Sulaiman, yaitu ketika suatu hari beliau memasuki mihrabnya yang terletak di puncak gunung yang dindingnya terbuat dari permata untuk beri’tikaf, beribadah dan sholat. Dan bila beliau sedang berkhalwat, maka tidak ada seorang pun yang berani mengganggunya. Ketika itu nabi Sulaiman duduk dan bersandar pada tongkatnya seperti sedang tenggelam dalam tafakur.

Beliau berdzikir kepada Allah hingga malaikat maut menemuinya dan nabi Sulaiman pun meninggal. Jin menyangka bahwa beliau sedang shalat sehingga mereka tetap melanjutkan pekerjaannya. Berlalulah waktu yang sangat panjang hingga rayap datang dan mulai memakan tongkatnya nabi Sulaiman. Tongkat beliau pun menjadi rapuh dan keropos hingga tak mampu lagi menopang tubuhnya, maka tubuh suci itu pun lalu jatuh dan tersungkur. Manusia pun berdatangan mendekatinya, dan mereka baru sadar bahwa nabi Sulaiman telah meninggal sejak lama. Jin menyadari bahwa mereka tidak mengetahui hal yang ghaib ini dan manusia pun menyadari pula hal yang sangat hakiki ini.

Nabi Sulaiman a.s. wafat tanpa sepengetahuan makhluk-makhluk lain, termasuk para jin yang dikenal sebagai makhluk yang berilmu tinggi. Kematiannya baru disadari setelah tongkat yang dipegangnya rapuh karena dimakan rayap dan mengakibatkan Nabi Sulaiman jatuh tersungkur. Itulah akhir dari kisah nabi Sulaiman as. yang meninggal dalam keadaan duduk dan shalat di mihrabnya. Berita ini segera menyebar, manusia, burung dan binatang buas mengantarkan jenazahnya dengan diiringi kesedihan yang mendalam. Semua makhluk bersedih, sekumpulan burung pun tampak menangis. Semenjak itu tak ada lagi orang yang dapat memahami bahasa burung, mungkin saja burung bersedih ditinggalkan nabi Sulaiman karena tidak ada lagi yang mengerti tentang bahasa mereka.

Wallahu ‘alam bishowab.

(sumber: Ensiklopedi Islam)



Related Article